White Lie, Perlukah?

10 07 2008

Berbohong adalah dosa beshaarrrr…. itu pasti! Semua orang yang beragama juga tau hukum dasar itu. Orang yang tak beragama-pun tau pasti kalo itu ndak baek.

Masalah besarnya aku harus berbohong kepada keluargaku karena aku menyayangi mereka. Aku ndak mau mereka sedih dan menangis karena aku, seneng kan, kalo kita liat keluarga kita tersenyum manis dan bahagia karena kita…

Jalan satu-satunya untuk bikin mereka tetap bahagia ya berbohong. Oke, aku sudah mengalah dengan pergi sejauh mungkin dari tanah air, meninggalkan mereka dalam kebahagiaan. Tapi kepergianku meninggalkan kebohongan besar yang sampai kini aku ndak berniat untuk berterus terang.

What is the biggest lie to my family? Yes, they don’t know that i am a gay?
maybe you ask me, “Are you? really?” dengan mata melotot – mulut menganga bersiap-siap mengeluarkan sumpah serapah yang nggak pernah diajarkan oleh ibumu atau ibu gurumu, macam: what the fucking kind of man are you? – go to the hell fucking gay… and so on… and so on…

Tapi terimakasih, simpan saja sumpah serapa yang tidak bermutu itu kalo kamu ingin menjadi orang baik yang manis…

Tapi setelah dipikir-pikir, tidak juga ya kalo aku berbohong… gini; mereka kan ndak pernah nanya gini; Djo, kamu gay yo? jadi aku kan juga ndak perlu menjelaskan diri… iya toh…

Simpel saja seperti itu.

Simpel saja seperti itu? benarkah?

Mungkin…

Aku adalah pria dewasa yang berhak menentukan jalan hidupku sendiri. Keluargaku telah mengantar aku menjadi pria dewasa, mereka sayang aku, aku sayang mereka, kami adalah keluarga, tapi aku juga perlu kebebasan untuk menjalani hidupku sendiri.

Itulah!

Am i really gay? yes, i am!
And i’m happy to live together with my partner.



Tindakan

Information

4 tanggapan

10 07 2008
idiotz

hmm… kadang memang kemanisan kebohongan itu membawa manfaat…

soal gay dan straight, menurut saya, itu hak pilih. just keep respecting each other… :D

i hate when some gays memaksakan yang straight untuk menjadi gay pula *ini jujur, agak pahit, tapi sering kejadian*

11 07 2008
priasehat

terserah aja mau jadi gay. Gak usah provokatif.
Cuman kodrat manusia adalah menghasilkan keturunan sebagai penerus kita. Kalo gay, caranya gimana ? Jadi bisex ?

Salam.
priasehat

12 07 2008
Bedjo

@idiotz; Hmm… jadi setuju neh dengan “white lie”?
What a wonderful world if all of us have open minded like yo!
Gay… benar, itu pahit memang, bahkan ada kecut dan asemnya juga, waktu aku lihat cewek manis pergi dengan berlinang air mata karena tidak berhasil memaksa aku menjadi straight. Yah… cerita salah radar lagi…

@priasehat; Suwer pak, saya bukan propokator!
Anyway, thanks for your comment. Keep cool! :)

20 08 2008
idiotz

yeah. keep cool… gay ato straight itu pilihan. just keep respecting each other :)

Tinggalkan komentar