Hihi… Ingat hari selasa kemaren, pagi jam 9 sampe kantor, loh kok ada anak kecil (Sekitar 10 tahunan) hilir mudik kesana-kemari celingak-celinguk ndak ketahuan pasti apa maunya.
Aku bilang selamat pagi ke teman-teman, “Guten morgen Kollegen… siapa ya mbawa anak ke kantor, ndak kuat mbayar Muttertag gara-gara bensin naek ya…?”
Koor, termasuk si anak kecil, “Guten Morgen…” Jessica nambahin, “Jangan nuduh sembarangan, dia bukan anak kita, tanya ndiri sana sama anaknya,” dan semuanya kembali pura-pura menyibukkan diri di awal pagi itu.
“Na, Kleine, kamu mau main apa hari ini di kantor”
“Saya lagi kerja, hari ini kan Sozialer Tag. Anda lupa ya? Apa yang bisa saya lakukan untuk anda” Katanya tersenyum lucu memamerkan gigi depannya yang tanggal satu.
Oh Gott, benar-benar lupa. Iya ya setelah aku cek di internet ternyata hari ini adalah SozialerTag untuk anak sekolahan di Schleswig-Holstein. Artinya sehari itu mereka tidak pergi belajar, melainkan bekerja layaknya orang dewasa dan mendapat gaji. Bedanya gaji itu dikumpulkan dan hasilnya disumbangkan untuk teman-teman mereka yang kurang beruntung di Asia, Afrika atau di negara-negara Eropa Timur.
Namun ini tidak wajib bagi mereka, Bagi yang ndak mau kerja ya boleh tinggal di rumah.
Kembali ke si anak itu tadi, menjelang tengah hari dia ndak bisa lagi ngganggu kita kerja. Seseorang menemukan pekerjaan untuk dia yang disambutnya dengan suka cita; menghancurkan file-file lama di pojok ruangan, membuang hasilnya ke tong hijau di belakang kantor hingga jam kerjanya berakhir.




